topbella

Rabu, 16 September 2015

Mengapa








Berhari-hari aku mencoba memahami 
Aku tak mengerti mengapa?
Harus kamu yang aku pedulikan sepanjang waktu?

Aku selalu ingin menikmati senyummu setiap detik
Tapi aku tahu, itu tak mungkin lagi
Aku tak berhenti untuk..
Mencintai, menyayangimu 

Tanpa kusadari perasaan ini melukaiku
Aku menangis lirih, dibelakangmu
Tak ada alasan apapun untuk menyalahkanmu

Rambutku mulai memutih
Aku tak tau hingga sampai kapan
Aku berani mengatakannya untukmu
Ijinkan aku menyayangimu sekali saja


Asma Nadia








Alhamdulillah. . bahagianya Yaa Allah..
Senengnya karyaku di Pegang2 sama Bunda Asma Nadia.
Terima kasih Bunda Asma Nadia  dan tak lupa terima kasih Bpk Isa Alamsyah..

Novel Serpihan Rindu sudah sampai ke tangan Bunda Asma Nadia, terima kasih banyak Bunda, terima kasih bnyak Pak Isa, sudah meluangkan waktunya dan memberi kesempatan ini kepada saya. Semoga Bpk Isa dan Bunda Asma selalu dalam kesehatan dan diberikan rejeki yang melimpah dari Allah SWT. Aamiin..

Siapa yang tak Kenal Asma Nadia? ---- cari di Google

Mereka berdua adalah motivasi dan semangatku utk mewujudkan impian-impian yang sudah lama terpendam..

Ini karya-karya bunda yang sudah bertebaran di layar lebar..


Assalamualaikum, Beijing!
Salon Kepribadian
Derai Sunyi, novel yang mendapat penghargaan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera)
Preh (A Waiting), naskah drama dua bahasa yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta
Cinta Tak Pernah Menari, kumpulan cerpen yang meraih Pena Award
Rembulan di Mata Ibu (2001), novel yang memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI sebagai buku remaja terbaik nasional
Dialog Dua Layar, novel yang memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI, 2002
101 Dating: Jo dan Kas, novel yang meraih penghargaan Adikarya IKAPI, 2005
Jangan Jadi Muslimah Nyebelin!, nonfiksi, best seller.
Emak Ingin Naik Haji: Cinta Hingga Tanah Suci yang diadaptasi menjadi film Emak Ingin Naik Haji dan sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekah
Jilbab Traveler
Muhasabah Cinta Seorang Istri
Catatan Hati Bunda
Jendela Rara telah diadaptasi menjadi film yang berjudul Rumah Tanpa Jendela
Catatan Hati Seorang Istri, karya nonfiksi yang diadaptasi menjadi sinetron Catatan Hati Seorang Istri yang ditayangkan RCTI
Serial Aisyah Putri yang diadaptasi menjadi sinetron Aisyah Putri The Series: Jilbab In Love:
Aisyah Putri: Operasi Milenia
Aisyah Putri: Chat On-Line!
Aisyah Putri: Mr. Penyair
Aisyah Putri: Teror Jelangkung Keren
Aisyah Putri: Hidayah Buat Sang Bodyguard
Aisyah Putri: My Pinky Moments
Karya yang ditulis bersama penulis lain
The Jilbab Traveler
Jangan Bercerai Bunda
Catatan Hati Ibunda
La Tahzan for Hijabers
Ketika Penulis Jatuh Cinta
Kisah Kasih dari Negeri Pengantin
Jilbab Pertamaku
Miss Right Where R U? Suka Duka dan Tips Jadi Jomblo Beriman
Jatuh Bangun Cintaku
Gara-gara Jilbabku
Galz Please Don’t Cry
The Real Dezperate Housewives
Ketika Aa Menikah Lagi
Karenamu Aku Cemburu
Catatan Hati di Setiap Sujudku
Badman: Bidin
Suparman Pulang Kampung
Pura-Pura Ninja
Catatan Hati di Setiap Sujudku
Mengejar-ngejar Mimpi
Dikejar-kejar Mimpi
Gara-gara Indonesia
Diary Doa Aisyah Putri




Saya saya bahagia..

Oh .. Iya,, kalau ada yang berminat dengan novel Serpihan Rindu, kontak langsung saja yah...
LINE : vivihd
Email : viviarianyriniiwan@gmail.com
Hp. 085222755777

Terima kasih sudah menjadi inspirasi untuk anak Indonesia.

Salam Imajinasi! LOVE U.

Minggu, 13 September 2015

Asa dan Cinta




Di malam yang hening dengan kesendirianku
Engkau ingatkan aku dengan bayangan senyummu
Entah mengapa rasa ini membuatku tak mampu berpaling darimu
Kesendirianku membuat hati ini semakin dalam menantikan kabar darimu

Sungguh cinta ini begitu sempurna
Cinga ini merasuk ke relung-relung  jantungku
Cinta ini adalah nafas kehidupanku
Aku berserah kepada raja yang mengusai bumi dan langit
Aku berserah kepada yang memberi kehidupan dan nafas ini

Aku merindukanmu...
Duhai jiwa impianku datanglah padaku
Duhai pujangga aku menantimu disela nafasku
Aku tetap mencintaimu hingga ujung usiaku
Aku tanamkan rasa ini sampai melayang tinggi di langit
Sehingga tiada seorangpun dapat menggapai
Akanku simpan lukisan wajahmu disetiap hariku
Namamu akan selalu terukir indah dihatiku selamanya
Aku mencintaimu


Jumat, 04 September 2015

Bukan dia


Hingga akhirnya ku tahu siapa kamu, dia dan dia
Lama tak pernah lagi kau hadirkan candamu untukku..
Bukankah kau berjanji?
Kau tak akan pernah henti menghiburku?
Apakah janji itu hanya ada di buku catatanmu?
Apakah kau melupakannya sayang?
Entahlah..
Semua hanya janji yang terlupakan
Semua hanya janji terlewatkan
Aku akui.. aku tak lagi berarti bagimu..
Aku hanyalah sebutir debu yang kusam, hina di mata indahmu
Dan dia adalah pilihanmu, idamanmu
Dia adalah malaikat pelindungmu..
Bukan.. aku..
Bibir ini tak mampu lagi berucap sepatah kata, sepenuh asa
Beku! bagai es digurun salju

Apakah aku salah?
Aku mohon, mengertilah
Urungkan niatmu menjauhiku
Karena sesungguhnya, hanya aku
Bukan dia!
Aku mohon, perhitungkanlah
Benamkan untuknya..
Sekarang
Selamanya..


**_**


Rabu, 02 September 2015

Merindu



Rintik gerimis hujan membasahi bumi
Dedaunan dan ranting pohon berlamunan
Angin sepoi-sepoi mengantarkan dedaunan berguguran
Senja itu tak ada

Entah tak nampak lagi silauan matamu
Tak kudengar lagi suara lembutmu
Tak terngiang lagi di telingaku
Apa kau melupakanku?

Dulu, di tempat ini kita berbagi
Berkumpul canda tawa dan tangis
Celoteh-celoteh suara berisik ada
Tak sedikitpun nampak jeda


Aku merindukanmu
Ku rindu cercaan kata-kata konyol darimu
Ku rindu lantunan lembut dari suara itu
Biarlah..
Terbang bersama impian di masa datang..

Kasih sayangmu laksana permata yang indah
Senyummu dan kepribadianmu begitu mulia
Sungguh berat hati untuk melepaskan kepergianmu

Jangankan diriku, langit dan bumi ini
Seolah-olah tak rela melepas kepergianmu
Suaramu nan lembut membuatku teduh
Aku merindukan kenangan bersamamu

Namamu akan selalu abadi di setiap nafasku
Kenangan bersamamu membuatku rindu
Rindu dengan suara, canda dan belaianmu
Aku merindukan kenangan itu.













Kenapa?


Bagaimana mungkin SAHABATMU sendiri tengah meragukanmu?

Bagaimana mungkin seorang Sahabat berucap seperti itu?

Bagaimana mungkin sosok yg sudah begitu dekat denganmu hampir 7 tahun sekarang malah tak memahamimu?

Kenapa egois mesti diutamakan? Didahulukan?

Kenapa?



Keadaan kita memang berubah sekarang,

Tapi, pernahkah aku mengabaikan sebuah persahabatan karna status itu?

Coba fikirkn, renungkan...





Ya, aku memang tak ada saat kau benar-benar membutuhkanku akhir2 ini,

Namun, pernahkah kau bertanya kenapa aku tidak bisa? Kenapa aku tidak secepat hari2 sebelumnya berdiri dihadapanmu saat kau memintaku?

Tak adakah sekelumit tanya difikirmu atau hatimu?

Apa yg terjadi padaku?

Tak adakah?

Karna itu, jagalah kata...


Gambar di ambil dari kompasiana.com


Selasa, 01 September 2015

Maha Sempurna



Sembah sujud pada-Mu..
Aku bersimpuh dengan kerendahan hati
Wahai Dzat penguasa langit dan bumi, siang dan malam
Engkaulah penguasa Alam jagat raya
Kuatkanlah iman islamku

Aku tak mampu menghitung butiran debu
Aku hanyalah setitik debu yang usang
Ampuni aku
Hapuslah kesalahanku yang tampak, tersembunyi
Wahai Allah yang Maha Sempurna

Yaa Rabb, sucikanlah aku dari kotoran iri dan dengki
Sucikanlah hatiku dari penyakit hati, dendam dan benci
Penuhi kebaikan untukku di setiap hidupku
Tanamkanlah cinta kasih dan anugerah-Mu kepadaku
Mudahkan kakiku melangkah masuk ke dalam surga-Mu..

AAMIIN YAROBBAL ALAMIIN..

                                          Gambar di ambil dr. Ceramahustadmp3.com

About Me

Foto Saya
Serpihan dari Hati
Mempunyai nama lengkap Vivi S. Ariany, Dulu menulis hanya sebatas hobby, namun kini menjadi sebuah keharusan . Berkarya adalah hobby di sela sela waktu luangnya. Saat ini masih menempuh study di Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih dengan konsenterasi Dokter Umum.
Lihat profil lengkapku